NADIKABAR.COM — IPB University memperkuat kerja sama internasional dengan German Academic Exchange Service (DAAD) dalam riset kolaboratif mobilitas mahasiswa, staf serta inovasi untuk menjawab tantangan global, salah satunya terkait energi biru serta ketahanan pangan.

"Kerja sama ini membuka peluang kolaborasi yang lebih erat dengan DAAD dan berbagai institusi di Jerman, khususnya dalam riset bersama, mobilitas akademik, dan inovasi untuk menjawab tantangan global,” kata Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet dalam keterangannya di Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Hubungan IPB University dengan DAAD telah terjalin secara strategis dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi. Hal ini tercermin dari keberadaan lebih dari 100 alumni DAAD di kalangan dosen dan peneliti IPB University.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah keberhasilan IPB University menjadi satu dari tiga penerima hibah bergengsi SCOPE-HE (EU-ASEAN Sustainable Connectivity Package-Higher Education).

Dari lebih dari 120 proposal yang diajukan, proyek pengembangan Blue Economy Research Cluster yang dipimpin Prof Hefni Effendi terpilih karena potensinya dalam mendorong konektivitas berkelanjutan dan riset transformatif di kawasan.

Presiden DAAD, Prof Joybrato Mukherjee, menegaskan Indonesia merupakan mitra strategis Jerman.

"Kami memiliki hubungan yang sangat kuat antara universitas di Jerman dan Indonesia, termasuk IPB University. Kegiatan ini bertujuan memperkuat hubungan tersebut dan menjajaki peluang kerja sama baru," katanya.

Kolaborasi Indonesia-Jerman semakin relevan untuk menjawab persoalan ketahanan pangan, pertanian, penggunaan lahan, dan perubahan iklim. Kerja sama IPB University dengan institusi Jerman, termasuk universitas di Kiel dan Bremen, menjadi salah satu landasan pengembangan riset lintas negara.

Selain itu, IPB University terlibat dalam program EU Mobility Program for Myanmar serta menyelenggarakan Summer Course bersama Leibniz Centre for Tropical Marine Research (ZMT) dan University of Bremen dengan dukungan DAAD.

Berbagai inisiatif ini memperkuat komitmen kedua pihak dalam membangun pendidikan tinggi yang inklusif, berkelanjutan dan terhubung secara global.