Menurut dia, pelaksanaan program yang efektif berpotensi meningkatkan pemenuhan gizi anak, memperluas akses pendidikan, memperkuat ekonomi lokal, dan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

β€œProgram prioritas pemerintah akan mendapatkan legitimasi yang lebih kuat ketika manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Misalnya, anak-anak mendapatkan asupan gizi yang lebih baik, keluarga terbantu mengakses layanan pendidikan, dan masyarakat desa memiliki peluang ekonomi yang semakin terbuka,” kata dia.

Iwan menekankan pemerintah perlu memperkuat ketepatan sasaran, kualitas pelaksanaan, pemerataan distribusi, dan pengawasan agar manfaat program tidak hanya dirasakan masyarakat perkotaan atau kelompok tertentu.

Ia juga mengingatkan bahwa angka kepuasan 65,4 persen harus dibaca secara proporsional karena menggambarkan penilaian responden pada saat survei dilakukan, bukan berarti seluruh persoalan masyarakat telah terselesaikan.