NADIKABAR.COM — Kementerian Transportasi Irak pada hari Kamis mengumumkan pembukaan kembali rute penerbangan antara Irak dan Kuwait, yang sebelumnya sempat ditangguhkan sementara akibat perkembangan situasi keamanan regional dan ketegangan yang terjadi baru-baru ini.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut menyampaikan bahwa pembukaan kembali rute ini mulai berlaku pada hari Kamis pukul 14.00 waktu setempat (11.00 GMT), dengan pengaturan operasional yang diawasi oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) serta dikoordinasikan bersama Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.
Lalu lintas udara akan dikelola sesuai rute dan tingkat ketinggian penerbangan (flight level) yang telah ditetapkan guna menjamin keselamatan penerbangan, dengan penerapan secara bertahap yang akan terus dipantau dan dievaluasi, imbuh pernyataan tersebut.
Dibukanya kembali rute penerbangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketidakstabilan kawasan, termasuk ketegangan yang masih berlanjut di sekitar Selat Hormuz serta bentrokan militer yang meningkat tajam antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.