Lalu lintas udara akan dikelola sesuai rute dan tingkat ketinggian penerbangan (flight level) yang telah ditetapkan guna menjamin keselamatan penerbangan, dengan penerapan secara bertahap yang akan terus dipantau dan dievaluasi, imbuh pernyataan tersebut.

Dibukanya kembali rute penerbangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketidakstabilan kawasan, termasuk ketegangan yang masih berlanjut di sekitar Selat Hormuz serta bentrokan militer yang meningkat tajam antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.