AS mengumumkan serangkaian sanksi baru yang luas terhadap maskapai penerbangan Iran bulan lalu sebagai bagian dari upaya menekan perekonomian Teheran. Pekan lalu, bandara Najaf menangguhkan seluruh penerbangan Iran sebagai bentuk kepatuhan terhadap sanksi tersebut sehingga para pelancong harus berupaya keras mencari rute alternatif.

Beberapa hari kemudian, AS memberikan izin khusus (waiver) kepada Iraqi Airways, maskapai penerbangan nasional Irak, untuk tetap melanjutkan penerbangannya.

Sumber di bandara mengatakan bahwa pengecualian tersebut berlaku untuk perjalanan jemaah, sementara kementerian transportasi menyatakan bahwa penerbangan akan dimulai pada bulan Oktober.