NADIKABAR.COM — Bandara Internasional Najaf di Irak pada Minggu (4/10) menerima penerbangan langsung pertama dari Teheran, yang menandai dimulainya kembali perjalanan udara secara resmi antara kedua negara setelah adanya pengecualian dari Amerika Serikat, menurut pernyataan pihak bandara.
Direktur Bandara Internasional Najaf menyambut para penumpang yang tiba dengan penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai Iran, Caspian Airlines, kata pihak bandara dalam sebuah unggahan di laman Facebook resminya.
Rekaman video yang dipublikasikan di laman tersebut memperlihatkan pesawat itu disambut dengan water cannon salute tradisional saat tiba.Dimulainya kembali penerbangan ini menyusul pengumuman terbaru oleh pemerintah Irak pada 2 Oktober mengenai kesepakatan yang mengizinkan maskapai penerbangan Iran, kecuali Mahan Air, untuk mengoperasikan 40 penerbangan setiap hari ke dan dari Bandar Udara Internasional Najaf.Sebuah pernyataan dari kantor media Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut menyusul kerja sama pemerintah AS dalam memberikan pengecualian yang diminta, yang akan membantu memfasilitasi pergerakan peziarah dan pelancong, terutama mereka yang bepergian untuk perawatan medis, kunjungan keagamaan, dan pariwisata.Bandar Udara Internasional Najaf menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Iran pada 25 September, menyusul sanksi terbaru Departemen Keuangan AS yang menargetkan sektor penerbangan Iran, yang menangguhkan izin yang memungkinkan maskapai penerbangan non-AS untuk menerbangkan pesawat komersial asal AS atau yang dikendalikan AS ke Iran.