Langkah tersebut, menurut salah satu sumber yang dikutip WSJ dalam laporannya, dilakukan atas arahan Presiden AS Donald Trump, sebagai upaya menghidupkan kembali negosiasi damai antara kedua negara dan mencegah serangan baru AS terhadap Iran.

Disebutkan oleh WSJ dalam laporannya bahwa surat tersebut, beserta pembicaraan lanjutan antara pejabat AS dan Iran, berfokus pada kemungkinan kerangka kerja untuk negosiasi, bukan pada ketentuan spesifik untuk sebuah kesepakatan damai.

Perang yang dikobarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu, telah sangat mengganggu pengiriman pasokan energi dari negara-negara Teluk, yang memicu dampak buruk bagi ekonomi global.

Sejak perang berkecamuk, Iran memblokade Selat Hormuz, jalur perairan vital yang sebelumnya dilalui seperlima pasokan minyak dan gas global. Teheran membatasi akses pelayaran dan kerap menyerang kapal-kapal yang mencoba melintas tanpa izin mereka.

Sebagai balasan, AS menerapkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dengan tujuan menekan perekonomian negara tersebut.