NADIKABAR.COM — Iran mengancam Amerika Serikat (AS) dengan "perang ekonomi" dan mengatakan telah menggunakan rudal canggih terhadap kapal perang AS, Selasa (8/9). Pada hari yang sama, kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang sejumlah kota di Arab Saudi dan melukai 73 orang, sementara serangan tersebut juga memicu kebakaran serta penghentian sementara operasi di sejumlah fasilitas energi.
Ancaman Iran muncul ketika perang tim redaksi kedua negara memasuki bulan keenam. Konflik tersebut kembali mengalami eskalasi setelah periode jeda, sementara Iran juga terus mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan minyak dan gas global.
Mohsen Rezaei, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan Washington telah menerima peringatan melalui rudal-rudal baru Iran. Ia mengatakan bahwa perang ekonomi akan dibalas dengan pembentukan zona eksklusi maritim di Teluk Persia.
"Dalam beberapa hari terakhir, Washington telah menerima peringatan yang jelas dari rudal-rudal baru Iran. Perang ekonomi akan dibalas dengan zona eksklusi maritim di seluruh Teluk Persia hingga perimeter blokade. Postur operasional terhadap kapal perang dan pangkalan AS telah dikalibrasi ulang secara fundamental," kata Rezaei melalui X.
Sebelumnya, Rezaei mengatakan zona pembatasan baru itu akan dimulai dari wilayah tempat blokade AS terhadap Iran dimulai dan meluas ke sejumlah kawasan di Teluk. Kapal yang memasuki wilayah tersebut, katanya, akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi Iran.
Rezaei diduga merujuk pada rudal balistik Qassem Basir yang, menurut media Iran, ditembakkan ke kapal perang AS di dekat Selat Hormuz. Militer AS mengatakan kapal perangnya berhasil menghindari serangan rudal tersebut.
Media pemerintah Iran pada Minggu (6/9) melaporkan bahwa Iran menggunakan rudal Qassem Basir dalam serangan terhadap sejumlah kapal AS. Iran menggambarkan rudal tersebut sebagai versi yang telah ditingkatkan, dengan kemampuan manuver yang lebih baik untuk menghindari sistem pertahanan rudal serta sistem panduan yang efektif terhadap peperangan elektronik.
Sementara itu, AS pada Sabtu (5/9) menyerang tiga kapal tanker minyak milik Iran. Serangan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam rangkaian aksi saling serang tim redaksi kedua pihak.