Berikut versi yang dipadatkan sekitar 40%, dengan perkembangan utama tetap utuh dan proporsi kutipan langsung dipertahankan sekitar 30%.
Serangan Houthi terjadi setelah kelompok tersebut pada Senin menuduh Riyadh menyerang sejumlah wilayah di Yaman. Saluran televisi Houthi Almasirah melaporkan serangan terhadap penjara di Al-Hazm menewaskan 11 orang, sementara 20 tahanan hilang di bawah reruntuhan. Saba, kantor berita yang berafiliasi dengan Houthi, melaporkan seorang anak yang sedang mengunjungi fasilitas itu termasuk korban tewas.
AFP melaporkan pertempuran di dekat pesisir Laut Merah dalam beberapa hari terakhir menewaskan lebih dari 300 orang dan membuat ratusan keluarga mengungsi. Houthi berupaya merebut wilayah yang berbatasan dengan Selat Bab al-Mandab, pintu masuk selatan Laut Merah yang penting bagi ekspor minyak Saudi di tengah blokade Iran terhadap Selat Hormuz.
Iran mengatakan akan mengumumkan zona pembatasan baru di Teluk serta peta koridor pelayaran baru di Selat Hormuz. Belum jelas kapan rincian rencana tersebut akan diumumkan.
Reuters melaporkan lalu lintas kapal komoditas melalui Selat Hormuz kembali melambat pekan ini. Iran tetap memiliki kemampuan rudal dan drone untuk mengancam kapal tanker yang melintasi selat tersebut tanpa izin serta menyerang negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Presiden AS Donald Trump mengatakan harga minyak akan turun tajam jika Amerika Serikat memenangkan perang melawan Iran.
"Harga minyak akan turun drastis, seperti hal lainnya yang sedang turun, ketika kita MEMENANGKAN perang melawan Iran. Tiga dolar per galon, tetapi pada akhirnya menjadi di bawah dua dolar per galon. Semuanya akan terjadi dengan cepat, dan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," kata Trump melalui media sosial.
Reuters melaporkan para pemimpin Iran tetap berkuasa, menuntut pelonggaran sanksi dan berharap pada akhirnya dapat memperoleh biaya dari kapal-kapal yang menggunakan Selat Hormuz.