Usulan tersebut, kata Araghchi, menuntut pencairan aset-aset Iran yang dibekukan, yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 12 miliar (setara Rp 214,9 triliun), juga pencabutan sanksi terhadap minyak Iran dan diakhirinya blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pada hari ketujuh gencatan senjata berlangsung, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan vital untuk pasokan minyak dan gas global.
Dikatakan Araghchi bahwa dirinya sedang menunggu tanggapan AS terhadap usulan tersebut. Dia menegaskan bahwa China telah mendukung usulan itu.
Presiden China Xi Jinping berkunjung ke Washington DC pekan ini, untuk melakukan pertemuan dengan Trump. Isu perang Iran, menurut laporan kantor berita pemerintah China, Xinhua, turut dibahas dalam pertemuan itu, di mana Xi disebut mendorong Trump untuk kembali ke dialog guna mengakhiri perang.
Sementara itu, juru bicara Garda Revolusi Iran, Hossein Mohebi, dalam wawancara eksklusif dengan AFP pada Selasa (22/9), menyinggung soal diakhirinya konflik Yaman sebagai syarat baru untuk menyelesaikan konflik dengan AS. Araghchi tidak menyebut apa pun soal konflik Yaman sebagai syarat yang diajukan Teheran.