"Mereka berbohong -- dan masih terus berbohong -- tentang program senjata nuklir Iran," tuduh IRGC dalam suratnya.

"Jika Iran hanya sedikit lagi dari pembuatan bom nuklir 25 tahun lalu, ketika teknologi mereka jauh lebih rendah daripada sekarang, seharusnya mereka telah memiliki puluhan bom nuklir saat ini, namun laporan intelijen Amerika telah berulang kali menegaskan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir," tegas surat tersebut.

"Keamanan nasional Amerika dan nyawa para anggota militernya dipercayakan kepada seseorang yang bukan hanya seorang pembohong kronis, melainkan juga orang yang sangat rakus, yang satu-satunya motivasi hidupnya adalah menumpuk kekayaan yang lebih besar," sebut IRGC merujuk pada Trump.

Surat terbuka itu secara hati-hati membedakan antara pemerintah AS dan rakyatnya, dan berupaya menunjukkan adanya kesamaan antara kekhawatiran para pemilih di AS dan Iran. Disebutkan IRGC bahwa "bangsa Iran dan Amerika sama-sama menjadi korban, masing-masing dengan caranya sendiri, dari ulah para politisi korup" di Gedung Putih.

"Kita merasakan penderitaan yang sama," sebut surat terbuka itu.

Dijelaskan juga soal slogan "Matilah Amerika" yang sering diserukan dalam politik Iran. IRGC menjelaskan bahwa slogan tersebut ditujukan bagi kalangan elite politik AS, bukan rakyat Amerika.

"'Matilah Amerika' adalah sebuah doa untuk lenyapnya elite penguasa jahat yang berkedudukan di Gedung Putih," demikian penjelasan IRGC.