Surat terbuka itu juga menyatakan Iran sebagai pemenang dalam perang, dengan argumen bahwa AS gagal mencapai satu pun tujuan yang telah mereka tetapkan, termasuk upaya menghambat program nuklir Iran.
Ini bukan pertama kalinya Iran berupaya menjangkau rakyat Amerika secara langsung. Sejak perang berkecamuk pada 28 Februari, media dan jaringan online terkait Iran telah menggunakan AI untuk memproduksi video bertemakan Lego, meme, dan konten-konten berbahasa Inggris untuk mendorong pesan Teheran soal perang.
Juru bicara IRGC Hossein Mohebi, saat berbicara kepada wartawan pada Selasa (29/9), menggemakan pesan dalam surat terbuka tersebut. Namun dia menilai bahwa surat terbuka itu akan bisa mempengaruhi sikap pemerintah AS sekitar lima pekan menjelang pemilu sela.
Meskipun Mohebi mengharapkan pesan itu sampai kepada para pemilih AS.
Mohebi kemudian menuduh Trump telah melontarkan "kebohongan besar" kepada rakyat Amerika selama masa jabatannya. Dia berargumen bahwa sebagian besar rakyat AS tidak menyadari "bahaya" dari kampanye pemerintahan Trump.
"Saya merasa rakyat Amerika tidak menyadari kenyataan ini. Jika mereka mengetahui kenyataan-kenyataan tersebut, mereka pasti akan berpikir secara berbeda dan pastinya akan memberikan tekanan kepada pemerintah mereka," ucapnya.
Belum ada tanggapan dari Gedung Putih atau Trump atas surat terbuka tersebut.