NADIKABAR.COM — Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menyatakan bahwa rakyat Amerika Serikat (AS) telah menolak perang, menyusul kekalahan besar dalam pemilu yang dialami partai politik AS yang sebagian besar mendukung perang terhadap Iran, dan ia menambahkan bahwa Teheran mendukung sikap (menolak perang) tersebut.
"Baik karena hati nurani maupun biaya hidup, rakyat Amerika mengatakan TIDAK UNTUK PERANG, dan kami mendukung pesan ini," kata Qalibaf dalam pernyataannya melalui platform media sosial X, Rabu.
Ia memperingatkan bahwa jika pemerintah AS mengkhianati kehendak rakyatnya demi melayani "pihak-pihak berkepentingan dan pemeras internasional", pemerintah tersebut akan menghadapi "mimpi buruk".
Pernyataan itu disampaikan setelah pemilu sela AS yang berlangsung pada Selasa (3/11). Dalam pemilu tersebut, Partai Demokrat diproyeksikan akan menguasai kembali Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), menjadi pukulan bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik.
Trump bersama Israel melancarkan perang terhadap Iran pada Februari tahun ini.
Sementara itu, Qatar terus memediasi Washington dan Teheran di tengah ketegangan terkait blokade laut oleh AS dan keamanan di Selat Hormuz.
Iran pada Senin mengatakan bahwa pihaknya masih bertukar pesan dengan AS melalui para mediator. Teheran juga menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada keputusan Washington untuk mengakhiri blokade tersebut.
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan