Anggota parlemen Azerbaijan Jeyhun Mammadov mengatakan bahwa reformasi tersebut bertujuan menghilangkan perbedaan berdasarkan latar belakang agama, etnis, dan faktor lainnya di lingkungan sekolah.

Meski kerudung Islam tidak disebutkan secara eksplisit dalam aturan tersebut, perubahan itu berdampak pada para siswi yang mengenakan hijab yang kemudian memicu protes publik.

Pada 12 Oktober, Kementerian Dalam Negeri Azerbaijan menyatakan bahwa 37 orang ditangkap di Baku karena mengganggu ketertiban umum. Media lokal melaporkan bahwa lebih dari 200 orang telah ditahan sejak saat itu.