"Demi hati nurani atau karena biaya hidup, rakyat Amerika mengatakan NO TO WAR (TIDAK PADA PERANG), dan kami mendukung pesan ini," kata Ghalibaf, yang juga kepala perunding Iran dalam negosiasi damai dengan AS, dalam pernyataan via media sosial X.
"Jika pemerintah AS mengkhianati kehendak rakyatnya sendiri demi melayani pihak asing yang membayar dan memeras mereka, maka mereka akan menyadari bahwa kata TIDAK akan berujung pada mimpi buruk," sebutnya.
Perang Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan skala besar AS dan sekutunya Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu, telah mengalami kebuntuan selama berbulan-bulan. Sesekali aksi saling serang dilancarkan kedua negara, di tengah kekhawatiran akan kembali berlanjutnya pertempuran besar-besaran.
Sementara itu, dalam pemilu sela AS yang digelar 3 November, Partai Republik yang menaungi Trump harus merelakan kendali DPR dan Senat jatuh ke tangan Partai Demokrat, yang secara mengejutkan berhasil merebut sejumlah kursi DPR dan Senat dari mereka.