Dia menambahkan bahwa rakyat Iran saat ini sedang membela diri atas apa yang disebutnya sebagai agresi AS dan merespons "kejahatan perang AS terhadap perempuan dan anak-anak".
"Setiap pengerahan atau partisipasi militer dalam operasi oleh negara-negara lainnya di Teluk (Persia) atau Selat Hormuz, hanya dapat dianggap sebagai dukungan langsung bagi pihak yang bertanggung jawab atas agresi tersebut dan akan membawa konsekuensi serius," tegas Baghaei.
"Tidak ada negara yang berdaulat dan bertanggung jawab yang patut tunduk pada tekanan dan intimidasi AS, dan menjadi kaki tangan dalam tindakan agresi dan kejahatan mengerikan terhadap bangsa Iran yang besar," ucapnya memperingatkan.