Pada Jumat (4/9) pekan lalu, Korsel mengatakan sedang mempertimbangkan untuk memberikan "kontribusi" terhadap upaya keamanan AS di Selat Hormuz, yang sebagian besar dikuasai Iran sejak perang pecah melawan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
Otoritas Seoul mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan langkah tersebut dengan syarat kesiapan militernya sendiri tidak terganggu. Namun juga menambahkan bahwa belum ada keputusan resmi yang diambil sejauh ini.
Pengerahan militer semacam itu akan memerlukan keputusan dari Dewan Keamanan Nasional Korsel, persetujuan kabinet pemerintahan, dan izin resmi dari Majelis Nasional atau parlemen Korsel.