Insiden di Selat Hormuz ini terjadi beberapa hari setelah sebuah kapal tanker lainnya dihantam serangan di lepas pantai Qatar, sekitar 500 kilometer di sebelah barat Selat Hormuz.
Kapal-kapal di area Teluk dan kapal yang berusaha melintasi selat tersebut, yang menjadi satu-satunya jalur laut untuk keluar-masuk kawasan yang kaya minyak itu, telah berulang kali diserang sejak AS dan Israel mengobarkan perang melawan Iran pada akhir Februari lalu.
Teheran terus memblokade Selat Hormuz sejak saat itu, meskipun beberapa kapal masih berhasil melintas, dan media-media AS melaporkan upaya-upaya militer AS untuk melindungi kapal-kapal yang melewati jalur selatan selat tersebut.
Washington menerapkan blokade tandingan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan sesekali melepaskan tembakan ke arah kapal-kapal yang terkait dengan Teheran.