NADIKABAR.COM — Diplomat tinggi Iran menegaskan bahwa tidak akan ada solusi militer bagi perang Amerika Serikat melawan republik Islam tersebut. Pernyataan itu ia sampaikan di tengah pembicaraan untuk mengakhiri konflik yang tampaknya menemui jalan buntu.
Dilansir AFP, Senin (5/10/2026), kampanye pengeboman besar-besaran gagal mengakhiri secara tuntas perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada akhir Februari lalu, dan dalam beberapa minggu terakhir Washington telah mengurangi operasi militer demi mengutamakan tekanan ekonomi.
Poin utama perselisihan tetap berkisar pada upaya Iran untuk memblokade Selat Hormuz-jalur vital bagi minyak dan gas Teluk-di mana sebuah badan maritim Inggris pada hari Minggu melaporkan adanya kapal tanker lain yang dihantam proyektil tak dikenal.
"Jika musuh-musuh kami kembali memilih jalan konfrontasi militer, tanggapan kami akan lebih keras daripada sebelumnya, dan kami akan membela diri dengan kekuatan yang lebih besar lagi," ujar Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam pertemuan dengan para duta besar asing.
"Tidak ada solusi militer, ataupun solusi yang didasarkan pada sanksi-sanksi baru," lanjutnya, seraya menambahkan bahwa "hanya negosiasi yang berlandaskan keadilan dan kesetaraan" yang dapat mengakhiri konflik tersebut.