Kedua belah pihak sempat menyepakati nota kesepahaman pada bulan Juni yang menjabarkan kerangka kerja untuk penyelesaian permanen, namun serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz memicu kembalinya operasi militer AS.

Iran telah berupaya memaksakan kendalinya atas jalur pelayaran vital tersebut sejak awal perang, dengan menyerang kapal-kapal yang mencoba melintas tanpa izin mereka.

AS telah menerapkan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dan juga menyerang kapal-kapal yang dituduh melanggar blokade tersebut.

Pada hari Minggu, badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, menyatakan bahwa sebuah kapal tanker di Selat Hormuz "melaporkan telah dihantam proyektil tak dikenal, yang menyebabkan kerusakan pada ruang mesin," meskipun seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan tidak ada dampak lingkungan yang tercatat.