NADIKABAR.COM — Iran berupaya meredakan tekanan ekonomi akibat sanksi dari AS dan negara-negara Barat dengan cara memperlambat laju inflasi serta meningkatkan alokasi kupon pangan bagi rumah tangga, kata juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani, Senin.
Dalam keterangannya kepada kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Mohajerani menyatakan bahwa inflasi berakar pada kondisi makroekonomi yang lebih luas dan tidak dapat diatasi hanya melalui langkah-langkah jangka pendek.
"Kami berupaya melawan tekanan ekonomi yang diberikan oleh negara-negara Barat dan AS dengan cara mengendalikan laju inflasi di satu sisi, serta mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat, termasuk meningkatkan alokasi kupon pangan, di sisi lain," ujarnya.
Pemerintah berencana memperluas program kupon pangan elektronik yang dikenal sebagai "Kalabarg", yang memberikan subsidi kepada rumah tangga yang memenuhi syarat untuk membeli bahan pangan pokok.