Eslami juga menepis kemungkinan penyerahan pasokan uranium yang telah diperkaya milik Iran, dengan mengatakan: "Tidak, hal semacam itu tidak akan terjadi."

Pernyataan Eslami ini muncul di tengah pertukaran usulan antara Iran dan AS dalam beberapa pekan terakhir, yang bertujuan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Sementara itu, mengenai kerja sama Iran dengan badan pengawas nuklir PBB, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Eslami mengatakan bahwa inspeksi terhadap fasilitas nuklir yang rusak akibat pengeboman AS dan Israel belum dapat dilakukan karena adanya ancaman keamanan yang terus berlanjut.

"Badan tersebut sendiri mengetahui bahwa fasilitas-fasilitas itu telah dibom dan ancaman tersebut masih ada," sebutnya.

Eslami mengatakan bahwa aturan undang-undang Iran membatasi kerja sama dengan badan pengawas nuklir PBB tersebut, terutama karena kekhawatiran mengenai keselamatan fasilitas nuklir, para personel dan penelitinya.