"Selama keamanan belum terjamin, tentu saja akses masuk bagi mereka tidak dimungkinkan," tambahnya.

Namun demikian, Eslami juga menyebutkan bahwa para pemeriksa IAEA telah mengunjungi fasilitas-fasilitas yang tidak menjadi target serangan dan telah melakukan inspeksi rutin, berdasarkan pengaturan yang ditetapkan oleh Teheran.

Dia mengkritik IAEA tidak mengakui inspeksi-inspeksi tersebut, dan menuduh badan PBB itu bertindak di bawah tekanan AS dan Israel untuk mengumpulkan informasi mengenai fasilitas nuklir yang rusak.

Fasilitas nuklir Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan menjadi target serangan dalam konflik pada Juni 2025. Fasilitas di Natanz kembali digempur saat AS-Israel melancarkan serangan terhadap Teheran pada Maret lalu.

Iran bersikeras menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai dan menegaskan pengayaan uranium merupakan hak sahnya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).