"Nah masalahnya kan harusnya dibagikan rata ya. Kalau ini kan yang kaya beberapa doang, jadi itu yang bikin gemas gue sampai-sampai ih... Dengan melihat si orangutan itu kayak beneran minta kasih sayang dan lain-lain, aduh," ujarnya.

"Jadi ya mudah-mudahan dengan gue men-share video-video tersebut ada kesadaran untuk menjaga alam kita," lanjut Irfan.

Ditanya mengenai keinginannya mengadopsi anak orangutan, Irfan menjelaskan bahwa adopsi satwa bukan berarti membawa pulang dan merawatnya di rumah.

"Mengadopsi orangutan tuh ya bisa saja kayak (berdonasi), tapi itu dengan bukan mengambil dan merawat di rumah, itu bukan mengadopsi, itu merampas. Karena mereka juga kan perlu hidup layak, " jelasnya.

Menurutnya, masyarakat dapat membantu melalui donasi untuk kebutuhan satwa yang sedang menjalani proses rehabilitasi.

"Jadi adopsi itu dengan mengirimkan biaya pakan mereka dan insyaallah Desember, insyaallah entar gue ke Kalimantan lagi atau bisa lebih cepat untuk merilis orangutan ibu dan anak," bebernya.

Irfan juga menceritakan kondisi dua orangutan, yakni induk dan anak, yang sebelumnya ia temui dalam keadaan sangat kurus dan lemah. Keduanya nantinya akan dirilis ke alam.

"Dua individu orangutan ibu dan anak yang tadi gue cerita yang udah sayu banget, yang udah kurus banget sekarang lagi digemukin nanti akan dikembalikan ke hutan. Mudah-mudahan saya ada kesempatan untuk ikut melepasliarkan orangutan tersebut," ungkapnya.

Kepedulian Irfan terhadap lingkungan rupanya juga menjadi pembahasan di rumah. Ia menyebut isu mengenai satwa dan kelestarian alam kerap dibicarakan bersama anak-anaknya.

"Oh ya itu kalau di rumah jadi salah satu topik pembicaraan kalau kita lagi makan bareng ya itu. Topik-topik yang hangat seperti ini mereka, apalagi kan gue ada videonya dan mereka yang tahu kalau Jalu, Dzaky tuh, Dzaky yang kecil juga tahu kok, 'Oh ini dilindungi, ini enggak boleh, ini mau punah ya, Yah?'" cerita Irfan.

Ia juga mengatakan edukasi mengenai lingkungan tidak hanya diberikan kepada anak-anaknya di rumah. Irfan menyebut ada banyak anak yang diajarkan mengenai pentingnya menjaga alam.

"Ya itu, jadi tidak hanya anak-anak, di rumah juga kan banyak ratusan anak-anak setiap hari diajarkan tentang menjaga alam," tuturnya.

Irfan berharap pembicaraan mengenai kerusakan alam dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa manusia hidup berdampingan dengan makhluk hidup lainnya.