"Jadi mudah-mudahan wawancara seperti ini juga mengingatkan, hei kita tuh hidup gak sendirian, bukan manusia doang, lu ada pohon, ada hewan, dan lain-lain. Lu macam-macam sama alam, ya alam... Jangan salahkan alam kalau alam juga bisa macam-macam pada kita. Jadi mudah-mudahan ini kesadaran untuk semuanya, ya," pungkasnya.
Irfan juga menyinggung alasan pembakaran masih dilakukan dalam pembukaan lahan. Menurut informasi yang ia dapat, salah satu pertimbangannya adalah biaya.
"Karena lebih murah. Kalau pembukaan lahan tempat tebang itu, dana yang ternyata sangat besar. Kalau itu cekes, ternyata gitu," ujarnya.
Ia pun meminta masyarakat maupun pihak-pihak yang melakukan pembukaan lahan untuk memikirkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan.
"Jadi menurut gue nggak ada otak nih yang, maaf ya, maksudnya ih elu cuma buat elu doang, nggak kepikiran jangka panjangnya. Ya udahlah pokoknya, ya mudah-mudahan disadarkan ya, disadarkan," kata Irfan.
Irfan kemudian mengajak masyarakat untuk lebih banyak menanam pohon dan menjaga lingkungan.
"Kembali lah, kita menanam pohon itu kita dapat pahala karena kita memberikan oksigen pada orang lain. Tapi kalau kita menebang, membakar dan lain-lain, ya berarti kita dapat dosa karena mengurangi kadar oksigen untuk orang-orang dan seterusnya, seterusnya. Gitu jadi, ya di dunia mungkin bisa bebas, oh di akhirat, uh," bebernya.
Kembali soal perjalanannya ke Kalimantan, Irfan mengaku menemukan kondisi satwa lain yang juga memprihatinkan. Ia menyebut burung rangkong hingga trenggiling turut terdampak.
"Di sana ada kayak burung rangkong, burung rangkong itu biasanya banyak banget, kemarin kita cuman ngelihat terbang sepasang doang, sedih banget. Terus bunyi burung juga udah sedikit banget," ungkapnya.
Irfan juga menyebut menemukan kasus trenggiling yang terdampak kebakaran.
"Terus kemarin juga ada trenggiling kebakaran juga. Jadi kalau kebakaran itu, kalau reptil itu sembunyi, seperti ular dan lain-lain tuh lebih ngumpet, akhirnya terbakar di kondisinya," tuturnya.
Menurut Irfan, orangutan memiliki kondisi berbeda ketika menghadapi kebakaran hutan. Satwa tersebut cenderung berusaha melarikan diri, tetapi kemudian menghadapi persoalan lain karena kehilangan sumber makanan.
"Tapi kalau orangutan tuh seperti itu lari, cenderung lari, tapi ya udah nggak ada makanan akhirnya ujungnya ya mati juga. Jadi mudah-mudahan kita bisa menjaga alam kita ya," pungkasnya.