NADIKABAR.COM — Banyak orang salah paham menganggap Islam melarang umatnya untuk mengejar kekayaan dan kesuksesan finansial. Padahal, Islam sama sekali tidak melarang umatnya untuk menjadi kaya, melainkan menekankan bagaimana harta tersebut dimanfaatkan.
Islam menekankan harta tidak seharusnya membuat umatnya terlena, sebaliknya harta menjadi bekal mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berikut penjelasannya.
Dikisahkan dalam buku Menuai Fadhilah Dunia, Menuai Berkah Akhirat karya Nasaruddin Umar, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Tsa'labah pernah meminta didoakan menjadi kaya. Namun, setelah didoakan dan kaya, ia terlena dan sibuk dengan kekayaannya.
Harinya disibukkan dengan mengurus kambing dari pagi sampai larut malam, hingga ia tidak pernah salat lima waktu berjamaah, meninggalkan salat Jumat, dan tidak lagi menunaikan ibadah yang dulunya ia lakukan secara istikamah. Baru ketika semua kambingnya mati terserang virus, Tsa'labah sadar telah melupakan Allah SWT, dan ia pun kembali ke masjid lagi.
Melalui kisah sahabat di atas, bukan berarti bahwa Islam melarang umatnya menjadi kaya. Sebaliknya, Islam memerintahkan umatnya untuk melakukan derma, zakat, dan sedekah menggunakan harta kekayaan mereka. Dengan ini, umat Islam dapat menjadi kaya yang dermawan dan taat beragama.