Masih menurut laporan Walla, militer Israel terus melakukan persiapan untuk kemungkinan konfrontasi terbaru dengan Iran atau memburuknya ketegangan regional secara cepat, sembari menjaga koordinasi erat dengan Komando Pusat AS (CENTCOM) yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah.
Laporan ini muncul setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, mengatakan pada Minggu (4/10) bahwa Teheran siap untuk terus menempuh jalur diplomasi demi mencapai apa yang disebutnya sebagai "solusi yang adil".
Iran telah mengajukan tujuh syarat terkait pembukaan kembali Selat Hormuz kepada AS, melalui mediator Qatar, dalam pertemuan terbaru di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York pada akhir September lalu.
Presiden AS Donald Trump menolak tawaran itu, dengan menyatakan bahwa Washington tidak dapat menerima syarat-syarat yang diajukan Teheran.