Para sandera terakhir yang masih hidup telah dibebaskan setahun lalu, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS). Gencatan senjata itu menghentikan pertempuran antara Israel dan Hamas.
Hamas tidak lagi menyerang Israel, namun Tel Aviv tidak sepenuhnya menghentikan serangan terhadap Gaza.
Berdasarkan data otoritas kesehatan yang dianggap kredibel oleh PBB, lebih dari 74.200 orang tewas akibat rentetan serangan Israel terhadap Jalur Gaza. Gempuran tanpa henti Tel Aviv itu memaksa hampir separuh penduduk Gaza mengungsi dan meluluhlantakkan daerah kantong Palestina tersebut.
Baru-baru ini, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan dirinya telah menempatkan militer dalam status siaga tinggi "menyusul adanya informasi intelijen mengenai niat Hamas untuk melancarkan serangan" terhadap tentara Israel di Gaza saat peringatan perang tersebut.