Sumber-sumber militer Israel mengatakan kepada Kan TV News milik pemerintah Israel bahwa militer telah memutuskan untuk menutup perlintasan Rafah karena dugaan penyelundupan. Mereka menyebutnya sebagai campur tangan pasukan keamanan Hamas di Jalur Gaza.

Keputusan tersebut tidak mempengaruhi perlintasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem yang merupakan perbatasan antara Gaza dengan Israel. Penangguhan tersebut mencakup bantuan dari komite Mesir, PBB, dan organisasi internasional, serta pengiriman komersial dari Mesir, termasuk bahan bakar, gas, makanan, dan barang-barang lainnya.

Tidak ada komentar langsung dari Hamas mengenai perkembangan tersebut. Sementara itu, kantor media pemerintah yang dikelola Hamas di Gaza pada Senin (2/11) mengatakan otoritas Israel telah mengizinkan 77.657 truk masuk ke wilayah kantong tersebut sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025.