Jumlah itu setara dengan 33,4 persen dari 232.800 truk yang dijadwalkan masuk berdasarkan perjanjian tersebut. Pada Oktober, sebanyak 3.777 truk memasuki Gaza dari 18.600 yang ditetapkan dalam perjanjian itu, atau hanya 20,3 persen.

Truk-truk itu termasuk 1.805 truk yang membawa bantuan kemanusiaan, 1.725 pengiriman komersial, dan 247 truk bahan bakar. Sebanyak 14.821 pelintas juga telah melewati Rafah dalam dua arah sejak perjanjian tersebut berlaku, atau 37 persen dari perkiraan 40.000 orang.

Direktur Kamar Dagang Gaza, Maher al-Tabbaa, memperingatkan bahwa pembatasan memperburuk kondisi ekonomi dan kehidupan warga. Saat ini, warga di Gaza menghadapi kekurangan barang-barang kebutuhan pokok, kenaikan harga yang tajam, serta hampir runtuhnya daya beli penduduk.