Militer Israel mengatakan bahwa mereka telah beroperasi di 40 wilayah di seluruh Tepi Barat pada hari Jumat (23/10) dan Sabtu (24/10). Sementara itu, warga setempat melaporkan bahwa para tentara mengumumkan perintah evakuasi melalui pengeras suara pada larut malam.
Pasukan Israel mengatakan bahwa mereka telah "menangkap sekitar 40 orang yang dicurigai, termasuk para teroris yang berafiliasi dengan organisasi teroris Hamas dan Jihad Islam."
Wali Kota Hebron, Yousef al-Jabari, mengatakan kepada stasiun penyiaran Al Jazeera bahwa sekitar 2.200 orang telah dipaksa meninggalkan rumah mereka sejak serangan-serangan Israel dimulai pada hari Jumat (23/10).
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, membenarkan angka tersebut. Kepada stasiun penyiaran Israel Kan, ia mengatakan bahwa "unit-unit militer tertentu saat ini sedang beroperasi di sana" dan bahwa warga Palestina "tidak akan diizinkan untuk kembali … sampai kami selesai menangani semua persoalan Hamas di Hebron."
Menteri Keuangan Israel yang berhaluan kanan jauh, Bezalel Smotrich, yang juga memegang jabatan di kementerian pertahanan dengan tanggung jawab mengawasi urusan sipil di Tepi Barat, mengatakan bahwa ia secara pribadi telah memerintahkan "pembongkaran segera terhadap deretan bangunan ilegal" di wilayah tersebut setelah penembakan pada hari Jumat (23/10).
"Siapa pun yang macam-macam dengan kami akan segera memahami bahwa dia akan membayar harga yang menyakitkan," tulisnya di media sosial.