Di kawasan Ein Deir Baha, Hebron, bangunan-bangunan yang telah dikosongkan ditandai dengan tanda silang berbentuk huruf X, sementara jalan-jalan tampak sepi, kecuali beberapa kendaraan militer Israel. Demikian dilaporkan oleh kantor berita AFP, yang menambahkan bahwa bendera-bendera Israel telah dibentangkan di sebuah rumah yang tampaknya telah diambil alih oleh pasukan.

Higazi Shawer al-Tamimi, 70 tahun, seorang pemilik toko yang memiliki peran penting di kawasan tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa ia terbangun pada pukul 1 dini hari karena para tentara yang mengatakan bahwa ia harus pergi dan hanya memberinya sedikit waktu untuk berkemas.

Ia menambahkan bahwa bagi warga lainnya, meninggalkan kawasan tersebut jauh lebih sulit. "Ibu mertua saya, yang berusia 90 tahun dan tinggal di daerah itu, harus digotong keluar karena ia sedang sakit," katanya.

Netanyahu merupakan perdana menteri Israel yang paling lama menjabat, tetapi reputasinya yang mengutamakan keamanan telah hancur akibat serangan mematikan yang dilancarkan para militan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 1.200 warga Israel. Serangan tersebut memicu invasi Israel ke Gaza, yang telah menyebabkan lebih dari 73.000 warga Palestina tewas, banyak di antaranya merupakan warga sipil.

Serangan pada hari Jumat (23/10), tidak akan banyak membantu memulihkan reputasi Netanyahu dalam hal keamanan. Ia berjanji bahwa tanggapan yang telah dilakukan sejauh ini akan diikuti oleh operasi dalam skala yang belum pernah terlihat sejak Israel pertama kali menduduki Tepi Barat pada tahun 1967.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris