NADIKABAR.COM — Istilah "anggota asosiasi" yang digunakan untuk menggambarkan hubungan masa depan Kanada dengan Uni Eropa mengejutkan sejumlah negara anggota, lapor The New York Times, Kamis, mengutip beberapa pejabat Eropa.
Dalam pidato State of the Unionnya di Parlemen Eropa pada Rabu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Kanada direncanakan menjadi "anggota asosiasi" pertama blok tersebut.
Ia mengatakan kedua pihak akan meningkatkan hubungan dari Perjanjian Ekonomi dan Perdagangan Komprehensif (CETA) menuju kemitraan tingkat lebih tinggi. Perdana Menteri Kanada Mark Carney menghadiri pidato tersebut.
Sebutan itu belum pernah digunakan karena kemitraan semacam itu belum ada dalam Uni Eropa. Belum jelas pula langkah yang harus ditempuh Ottawa untuk memperoleh status tersebut, ungkap laporan The New York Times itu.
Istilah tersebut juga berpotensi membuat Uni Eropa berselisih dengan negara kandidat dan mitra lainnya, seperti Albania, Norwegia, Swiss, dan Inggris, ungkap laporan tersebut lagi.
Laporan itu menyebut istilah "anggota asosiasi" juga kurang mendapat sambutan di kalangan pejabat Kanada, yang memahami keanggotaan UE berarti kehilangan sebagian kedaulatan, bertentangan dengan wacana politik Carney.
Pemerintah Kanada berupaya mendiversifikasi kemitraan perdagangan internasionalnya di tengah perselisihan dagang yang berlangsung dengan Amerika Serikat.
Pada akhir Agustus, Carney mengatakan bahwa Kanada dan Uni Eropa akan memulai pembicaraan intensif untuk meningkatkan kemitraan ekonomi dan keamanan pada musim gugur tahun ini.Sumber: Sputnik/RIA Novosti