Evi menegaskan penanganan perkara ini merupakan bentuk komitmen jajaran kepolisian dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi perempuan serta kelompok rentan.

"Saat ini, penyidik masih melanjutkan proses penanganan perkara dengan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, penangkapan, serta langkah hukum lanjutan sesuai hasil penyidikan," imbuhnta.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).