"Jadi kalau misalnya memang itu semua dilakukan oleh suami saya di rumah kami di halaman belakang itu, saya benar-benar tidak mengetahui peristiwa itu terjadi dan apa yang suami saya lakukan," imbuh Marta.

Marta mengaku tak tahu pasti kapan dugaan perbuatan keji itu dilakukan suaminya. Dia menyebut informasi yang diterimanya menyatakan peristiwa itu terjadi ketika dirinya sedang mengajar di sekolah.

"Saya tidak pernah mengerti detail bagaimana karena saya tidak mengkonfirmasi juga secara langsung begitu ya. Tapi dari informasi yang memang kami ketahui, diinformasikan itu pada saat saya bekerja, artinya pada saat siang hari saat saya berada di sekolah, begitu," kata Marta.

Martha mengaku selama ini rumah tersebut hanya dihuni dirinya bersama Dwi Bagus. Selain bekerja sebagai guru, dia juga memiliki kesibukan lain dengan menjalankan usaha bimbingan belajar di rumah.

Sebelumnya, kasus pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anak laki-lakinya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), menggemparkan warga Kota Madiun. Keduanya diduga dibunuh Dwi Bagus Martono (40), suami siri Dini.