Setelah membuat pengakuan mengejutkan itu, Dwi Bagus disebut menangis dan bersujud di hadapan Martha untuk memohon ampun. Kini, Martha mengaku makin terpukul karena tidak hanya dihadapkan pada kenyataan pahit pengkhianatan rumah tangga, tetapi juga langsung terseret dalam pusaran kasus hukum yang menjerat suaminya.

"Kalau dibilang marah kecewa sedih, itu pasti nggih, karena saya merasa semuanya tiba-tiba hadir, tiba-tiba terjadi, bukan hanya luka pengkhianatan, bukan hanya luka ada perempuan lain, tapi saya tiba-tiba harus dihadapkan dengan kasus hukum yang bisa dibilang besar," tuturnya.

Tapi soal aksi keji yang dilakukan Dwi Bagus terhadap dini dan AGF di halaman belakang rumah mereka, Martha memastikan dirinya sama sekali tidak tahu-menahu. Ia menjelaskan kesehariannya yang padat di luar rumah membuatnya tidak menyadari adanya pembunuhan yang terjadi di kediamannya sendiri.

"Saya merupakan seorang guru dengan jam kerja mulai jam 07.00 WIB sampai 15.30 WIB, jadi saya tidak tahu sama sekali peristiwa tersebut. Saya baru tahu adanya peristiwa di rumah ini setelah suami saya tertangkap," pungkasnya.

Kasus ini bermula dari hilangnya Dini Hardiyanti (30) dan anaknya AGF (4) sejak 20 September 2026. Keduanya sempat pamit untuk berwisata merayakan ulang tahun AGF ke Telaga Sarangan, Magetan, bersama Dwi Bagus.