Menurut dia, teknologi keselamatan menjadi salah satu aspek yang dapat diintervensi untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Riset ITB memperkirakan penerapan teknologi pengereman pada sepeda motor baru, berpotensi mencegah 26.679 hingga 111.163 kematian sampai 2045 tergantung skenario penerapannya.

Kajian tersebut menyoroti waktu kritis, ketika pengendara melakukan pengereman darurat.

Roda sepeda motor dapat terkunci dalam waktu kurang dari 0,2 detik, sementara manusia membutuhkan rata-rata sekitar 0,75 detik untuk bereaksi dalam kondisi panik.

Kondisi tersebut, membuat kemampuan sistem pengereman menjadi faktor penting ketika pengendara menghadapi situasi darurat.

Dalam riset itu, ITB juga membandingkan sistem pengereman Combined Braking System (CBS) dan Anti-lock Braking System (ABS).

CBS mendistribusikan gaya pengereman ke roda depan dan belakang secara bersamaan namun belum mencegah roda terkunci.