Area tersebut dilengkapi jogging track sepanjang 1,2 kilometer, berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi, amphitheater, ruang komunitas, serta sejumlah elemen ekologis.

Desainnya terinspirasi filosofi Sang Saka Merah Putih melalui pembagian zona merah dan putih yang dihubungkan jalur pedestrian serta jembatan.

"Nama Bendera Pusaka sendiri bukan sekadar nama. Ada pesan tentang persatuan, sejarah perjuangan bangsa dan bagaimana generasi sekarang memahami bahwa Indonesia dibangun melalui proses panjang. Jadi ketika masyarakat datang berolahraga, berkumpul atau berekreasi, ada nilai kebangsaan yang ikut dihadirkan," kata dia.

Budi mengatakan taman tersebut menjadi ruang interaksi warga sekaligus ruang edukasi informal mengenai sejarah dan identitas kebangsaan.

Berdasarkan penilaian Seoul Design Award, proyek tersebut mengubah saluran beton menjadi tepian yang dinaturalisasi dan lahan basah sehingga fungsi pengelolaan air, pemulihan ekosistem dan ruang publik dapat berjalan secara bersamaan.

"Ini yang menarik. Nasionalisme tidak selalu harus disampaikan melalui pidato. Bisa melalui ruang publik yang setiap hari digunakan masyarakat. Anak-anak bermain, warga berolahraga, komunitas berkegiatan, tetapi pada saat yang sama mereka berada di ruang yang membawa simbol Merah Putih dan sejarah bangsa," bebernya.