Budi menambahkan pengakuan Seoul Design Award menunjukkan pembangunan kota tidak harus mempertentangkan antara fungsi ekologis, estetika, aktivitas masyarakat, dan identitas lokal.

Menurut Budi, Taman Bendera Pusaka memperlihatkan ruang publik dapat menjadi tempat bertemunya kepentingan lingkungan, sosial, budaya dan sejarah dalam satu kawasan.

"Jakarta sedang menuju usia lima abad. Kita membutuhkan warisan pembangunan yang bukan hanya terlihat secara fisik, tetapi juga memiliki nilai dan dapat dikenang. Taman Bendera Pusaka bisa menjadi salah satu legasi penting menuju Jakarta lima abad," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air (PITA) Ervan Purwanto mengatakan pencapaian tersebut memperkuat semangat Jakarta sebagai kota global yang tidak cukup hanya memiliki gedung tinggi, pusat bisnis, dan infrastruktur modern, tetapi juga mempunyai ruang publik berkualitas yang memenuhi standar internasional tanpa kehilangan karakter lokal.

"Jakarta tidak kalah dengan kota-kota besar dunia. Pengakuan dari Seoul Design Award ini menunjukkan bahwa karya yang lahir di Jakarta mampu berdiri sejajar dan diperhitungkan dalam percaturan desain kota internasional," tegasnya.

Ia berharap pencapaian Taman Bendera Pusaka dapat menjadi momentum bagi Pemprov DKI Jakarta untuk terus menghadirkan ruang publik berkualitas yang menggabungkan keberlanjutan lingkungan dengan identitas dan sejarah Jakarta.