NADIKABAR.COM — Institut Teknologi Kalimantan (ITK) memperkuat jejaring kerja sama nasional melalui pembentukan Konsorsium Institut Teknologi Negeri di Indonesia (ITX) bersama tiga perguruan tinggi teknologi lainnya guna mempercepat pengembangan riset dan hilirisasi inovasi.

Kerja sama strategis tersebut dilakukan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Lampung.

"Konsorsium ITX diinisiasi sebagai wadah sinergi perguruan tinggi teknologi untuk mempercepat pengembangan riset, hilirisasi inovasi, serta penguatan daya saing industri nasional," kata Rektor ITK Prof. Agus Rubiyanto di Balikpapan, Kamis.

Prof. Agus menjelaskan pembentukan konsorsium tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-12 ITK yang digelar di Auditorium Gedung Laboratorium Terpadu I ITK.

Menurut dia, konsorsium ini terbentuk karena masih terbatasnya kontribusi riset dan pengembangan terhadap perekonomian nasional. Saat ini, anggaran riset dan pengembangan Indonesia baru mencapai sekitar 0,23 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Melalui konsorsium ITX, keempat perguruan tinggi negeri tersebut membangun ekosistem inovasi yang saling melengkapi berdasarkan keunggulan spesifik masing-masing kampus.

Dalam pembagian fokus riset, ITB berfokus pada pengembangan advanced manufacturing, energi baru, dan semikonduktor melalui Bandung Tech Valley. Sementara ITS mengembangkan otomasi industri, robotika, dan kendaraan listrik melalui Maritime and Automation Hub.

Selanjutnya, ITERA memperkuat pengembangan energi terbarukan, agroindustri, dan bioekonomi melalui Sumatera Energy & Bioindustry Park.

Adapun ITK mengambil peran strategis dalam pengembangan teknologi pesisir, perikanan digital, dan energi maritim melalui konsep Kalimantan Pesisir Tech Hub sesuai karakteristik potensi kelautan kawasan Kalimantan.

Dalam rancangan pengembangannya, ITX menargetkan pembangunan empat pusat pengembangan teknologi hingga tahap komersialisasi atau Technology Readiness Level (TRL) 8–9 serta pengembangan 150 produk teknologi siap pasar.

Konsorsium tersebut juga mencanangkan pembentukan 20 perusahaan rintisan berbasis teknologi mendalam (deep-tech startup), pelatihan 5.000 SDM teknologi unggul bersertifikasi industri, serta penyediaan platform digital InnoHub ITX untuk menghubungkan hasil riset dengan industri dan investor.