Haryo menjelaskan bahwa prototipe AluBayu harus dibawa ke Jakarta guna mendukung pengembangan lebih lanjut mengenai beberapa hal yang masih menjadi catatan, salah satunya adalah daya tahan baterai yang masih lemah.

"Prototipe yang ada akan kita bawa ke Jakarta untuk ditelaah dan dikaji lebih lanjut bersama arah kebijakan manajemen perusahaan," lanjutnya.

Pengembangan baterai isi ulang ramah lingkungan ini menjadi salah satu upaya ITS untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau.

Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di NadiKabar.com.