NADIKABAR.COM — Puluhan merek beras fortifikasi diduga melakukan penipuan karena kadungan gizinya tidak sesuai dengan klaim produk. Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, produk tersebut terancam ditarik dari peredaran.

Tak hanya itu, perusahaan yang bersangkutan terancam dicabut izin usahanya hingga diproses secara hukum. Amran mencatat 25 dari total 27 beras fortifikasi tidak sesuai dengan spesifikasinya.

"Yang pertama kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya, yang ketiga diproses," kata Amran dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026).