NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan indukan ayam sentul dan ratusan ekor anak ayam (day-old chick/DOC) bagi penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) serta warga prasejahtera di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat Linda Al Amin di Bandung, Selasa, mengatakan intervensi sektor peternakan tersebut disinergikan langsung melalui rangkaian program Abdi Nagri Menyulam Hari Ngaprak Lembur.

Program itu bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi produktif di wilayah perdesaan.

"Langkah ini, dirancang agar dukungan pemerintah daerah tidak sekadar berhenti pada pemenuhan tempat tinggal yang layak, tetapi juga menyentuh penguatan sumber pemenuhan gizi protein hewani dan penghidupan jangka panjang penerima manfaat," kata Linda.

Linda menjelaskan indukan unggul ayam sentul diberikan pada warga Dusun Buni Ayu, Desa Girimukti, bernama Fatimah, yang rumahnya telah direnovasi lewat program Rereongan Pegawai Pemprov Jabar. Jumlah ayam sentul yang diberikan, sebanyak 12 ekor yang terdiri atas dua ekor jantan dan 10 ekor betina sebagai modal awal budidaya ternak skala rumah tangga.

"Ayam sentul merupakan rumpun ayam lokal khas Jawa Barat yang berpotensi tinggi menghasilkan telur dan daging harian, sehingga hasil pemeliharaannya dapat dikonsumsi secara mandiri maupun dijual untuk menambah pendapatan keluarga," ucap dia.

Selain bantuan modal ternak untuk Fatimah, Linda menyebut DKPP Jabar turut menggelontorkan 200 ekor anak ayam umur satu hari (DOC) yang dibagikan secara merata kepada keluarga prasejahtera di wilayah Desa Girimukti.

"Penyaluran ratusan DOC ini ditujukan untuk memperluas cakupan penerima manfaat program, sekaligus mendorong pembentukan usaha peternakan unggas mandiri yang memanfaatkan area pekarangan rumah warga," kata Linda.

DKPP Jabar mengingatkan bahwa keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh konsistensi pemeliharaan, mencakup ketersediaan pakan, sanitasi dan kebersihan kandang, kecukupan air minum, serta tindakan pencegahan penyakit ternak secara berkala.

Lebih lanjut, dia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menekankan bahwa ketahanan pangan keluarga sangat bergantung pada kemampuan rumah tangga dalam mengakses bahan gizi yang seimbang, aman, dan beragam secara berkelanjutan.

Dan melalui sinergi antara pemenuhan hunian layak melalui program Rutilahu dan pemberdayaan peternakan pekarangan oleh DKPP Jabar, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima bantuan pasif, tetapi mampu mandiri secara ekonomi dan pangan.

"Pemprov Jabar berkomitmen menjaga kesinambungan program kolaboratif ini agar dampak pemulihan kesejahteraan dan kemandirian gizi warga perdesaan di Jawa Barat dapat terwujud secara nyata," tutur dia menambahkan.