Berdasarkan informasi yang ia terima, masih ada tiga titik api yang saat ini sedang berusaha dipadamkam petugas. Farhan pun curiga bahwa tempat ini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh orang tak bertanggungjawab.
"Saya curiganya ada transit sampah ilegal dari luar wilayah sini. Kelihatannya, soalnya ini sampahnya bukan puing, ya, sudah bercampur dengan sampah biasa. (Pemiliknya?) Pasti, pasti akan kita mintai pertanggungjawaban," katanya.
"Nah, jadi nanti Dinas Lingkungan Hidup dalam hal ini akan mengumpulkan semua data, dibantu oleh semua dinas, lalu kita akan melaporkannya kepada Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup untuk dilakukan penyelidikan awal," pungkasnya.
Bau amis yang muncul dari air sumur membuat seorang warga di Lingkungan Karangsari, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, penasaran. Saat diperiksa, ternyata bukan sekadar bangkai tikus yang diteΓ₯mukan di dalam sumur, tetapi juga seekor ular kobra Jawa.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (15/9) sekitar pukul 10.44 WIB. Warga kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran untuk mengevakuasi ular tersebut.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis Budi Rahmat mengatakan, ular yang ditemukan merupakan jenis kobra Jawa atau Naja sputatrix dengan panjang sekitar satu meter. Ular tersebut ditemukan berada di dalam sumur milik warga. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"Awalnya pemilik rumah mencium bau amis dari air sumurnya. Setelah diperiksa, ternyata di dalam sumur ditemukan bangkai tikus dan seekor ular kobra Jawa," ujar Budi Rahmat kepada NadiKabar.
Dari kondisi di lokasi, petugas menduga ular tersebut masuk ke dalam sumur setelah mengejar tikus. Keduanya kemudian sama-sama terperosok ke dalam sumur hingga akhirnya diketahui oleh pemilik rumah.
Warga yang mengetahui keberadaan ular tersebut kemudian menghubungi UPTD Damkar Ciamis. Laporan itu langsung direspons petugas dengan mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.
Petugas Damkar kemudian melakukan penanganan. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kobra merupakan salah satu jenis ular berbisa yang perlu ditangani secara aman.
"Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi. Ular berhasil dikeluarkan dari dalam sumur dengan aman, sehingga tidak sampai membahayakan warga," kata Budi.
Proses penanganan berlangsung kurang lebih setengah jam. Petugas tiba untuk melakukan evakuasi pada pukul 10.44 WIB dan selesai sekitar pukul 11.13 WIB.
Budi mengingatkan warga agar tidak mencoba menangkap sendiri apabila menemukan ular, terutama jenis berbisa seperti kobra. Menurutnya, keberadaan ular sebaiknya segera dilaporkan kepada petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman.
"Kalau menemukan ular di sekitar rumah, apalagi jenis kobra, sebaiknya jangan ditangani sendiri. Segera hubungi petugas Damkar supaya bisa dievakuasi dengan cara yang aman," pungkasnya.
Pemkab Sukabumi memberikan pendampingan psikologis kepada siswi yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh oknum pejabat di Dinas Perhubungan (Dishub). Korban merupakan pelajar yang sedang menjalani program Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi Ganjar Anugrah mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk memastikan pemulihan kondisi korban.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala DP3A dan informasinya kemarin sudah dilakukan pendampingan psikologis (trauma healing) kepada korban," kata Ganjar saat dikonfirmasi hari ini.
Langkah mitigasi pascakejadian ini dilakukan agar korban mendapatkan perlindungan penuh serta meminimalkan dampak trauma akibat peristiwa yang dialaminya saat bertugas magang.
Selain mendampingi korban, Pemkab Sukabumi mengevaluasi sistem penerimaan dan pengelolaan siswa magang di seluruh dinas dan instansi daerah.
BKPSDM mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sukabumi untuk memperketat aturan kerja demi menjamin keamanan para pelajar.
"Kami merekomendasikan seluruh perangkat daerah membuat pakta integritas dan memastikan lingkungan kerja aman bagi siswa magang maupun PKL," imbuh Ganjar.