"Waktu itu kejadiannya sekitar jam satu malam (01.00 WIB). Posisi saya lagi di dalam warung, tiba-tiba korban lari ke sini sambil minta tolong. Pas dilihat, kondisinya sudah berdarah-darah, luka parah di bagian kepala. Dia langsung masuk minta perlindungan ke warung saya," ujar Topik.

Topik memastikan terdapat dua orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Satu korban mengalami luka akibat dipukul dan ditendang, sedangkan korban lainnya mengalami luka bacok.

"Korban ada dua orang. Yang satu kena pukul dan tendang, nah yang satu lagi kena bacok. Pelakunya cuma satu orang," tambah Topik menjelaskan situasi saat kejadian.

Melihat kondisi korban yang mengalami luka robek dan pendarahan cukup parah di bagian kepala, warga bersama rekan-rekannya segera membawa kedua korban ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk mendapatkan penanganan medis dan visum et repertum.

Kasus penganiayaan tersebut telah dilaporkan ke Polsek Cibadak. Polisi masih melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap dan menangkap pelaku.

Satreskrim Polrestabes Bandung masih mendalami kasus penemuan mayat wanita dalam kardus di Jalan Terusan Suryani, Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Korban berinisial SM (41) diduga meninggal di tangan rekan prianya, SDS (31), yang kini telah ditahan di Polrestabes Bandung.

Jenazah SM telah dipulangkan ke kampung halamannya di Lampung untuk dimakamkan. Proses tersebut dilakukan Polrestabes Bandung melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan bekas kekerasan fisik pada tubuh korban.

"Kita masih proses penyidikan," ujar Anton saat ditemui di Lapangan Tegallega, Kota Bandung.

"Pada waktu diautospsi tidak ada luka-luka, kekerasan di tubuhnya," ujarnya.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian SM, penyidik telah mengirimkan sampel organ tubuh korban ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Sampel tersebut akan diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya kandungan zat kimia atau racun.

"Tersangka sudah di tahan, kita masih menunggu hasil autopsi dan hasil lab karena saya bisa berasumsi untuk mengetahui penyebab kematian korban," jelas Anton.

"Kemarin beberapa sampel tubuh sudah dikirim lab, apakah ada kandungan racun atau hal-hal lain," katanya menambahkan.

Polisi masih mendalami penyebab kematian karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat ditanya mengenai kemungkinan penggunaan racun, Anton mengatakan penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

"Apakah ada indikasi korban di racun dan lain-lain," pungkasnya.

Kebakaran lahan dan hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) hingga Rabu (9/9/2026) masih dalam penanganan tim gabungan.