Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari angin kencang, medan terjal dan berbatu, cuaca panas, hingga sulitnya mendapatkan sumber air.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan luas lahan yang terbakar hingga hari ketiga mencapai sekitar 40 hektare. Sejumlah titik telah berhasil dipadamkan, tetapi kondisi belum sepenuhnya aman karena masih terlihat asap di beberapa lokasi.

"Sekarang berdasarkan laporan, sudah sekitar kurang lebih 40 hektare area yang terbakar. Namun sampai perkembangan hari ini, sudah mulai padam di beberapa titik," tutur Dian.

Menurut Dian, penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak cukup hanya dengan memastikan api di permukaan telah padam. Pendinginan dan pemantauan tetap harus dilakukan untuk mencegah api kembali muncul.

Terlebih, angin kencang di kawasan Kuningan membuat api berpotensi melompat melewati sekat bakar.

"Persoalan di hutan itu kan tidak bisa dilihat hanya dari padam asapnya, karena dimungkinkan, dan saya lihat tadi ada beberapa titik yang belum padam sepenuhnya. Kita lihat ke arah atas, teman-teman juga mungkin ada yang membuat sekat bakar, tapi ini rawan karena angin besar di Kuningan hari-hari ini, jadi api itu menyeberang, melompat," tutur Dian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana mengatakan medan menjadi salah satu kendala utama petugas dalam menjangkau titik api. Selain akses yang terjal dan berbatu, petugas juga menghadapi cuaca panas, arah angin yang berubah-ubah, serta keterbatasan sumber air.

Vegetasi yang mengering akibat kemarau panjang turut mempercepat penyebaran api. Petugas gabungan melakukan pemadaman dan penyekatan secara manual serta menggunakan sejumlah peralatan, seperti mesin pompa, selang, nosel, jetshooter, dan kendaraan dobel gardan milik TNGC.

"Memang ada beberapa kesulitan, di antaranya akses jalan cukup terjal dan banyak batu-batu, angin yang berubah-ubah arah, cuaca panas, sulitnya sumber air. Namun kita upayakan supaya sebaran api tidak meluas," tutur Indra.

Hubungan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin sempat menjadi sorotan setelah muncul isu keretakan di tim redaksi keduanya.

Erwin sebelumnya secara terbuka mengungkapkan dirinya jarang dilibatkan dalam sejumlah urusan pemerintahan. Namun, isu tersebut belakangan mereda setelah Farhan dan Erwin terlihat duduk bersama dalam acara pelantikan ASN di Balai Kota Bandung pada 7 Juli 2026.

Kini, Farhan memastikan komunikasinya dengan Erwin berjalan baik. Ia juga menyebut Erwin masih dilibatkan dalam sejumlah agenda pemerintahan di Kota Bandung.

"Ada agenda (Wakil Wali Kota Bandung Erwin). Kalau saya ikutin mah kan acara-acara keagamaan, acara sosial, masih ada. Kan saya tiap hari dapat laporan. Boleh-boleh aja," kata Farhan di Balai Kota Bandung.

Meski demikian, berdasarkan agenda kedinasan yang dibagikan, porsi kegiatan Erwin terlihat berkurang. Agenda Erwin terakhir dibagikan pada 31 Agustus 2026 dan bersifat seremonial.

Farhan kemudian menyebut Erwin sebelumnya pernah menjalankan agenda yang dinilai cukup penting, yakni mewakili wali kota dalam audiensi dan rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI.

"Ada lah, ada Delegasi waktu itu kan terakhir yang lumayan sangat serius. Itu adalah mewakili wali kota beraudiensi dan rapat dengar pendapat dengan Komisi 2 DPR RI. Itu mah serius*pisan,*waktu ada kunker ke provinsi," ucap Farhan.

Terlepas dari sorotan mengenai pembagian tugas tersebut, Farhan kembali menegaskan komunikasi dengan wakilnya berjalan baik.