Jalur tersebut memang dapat membawa seseorang menuju area sekitar Kopdes. Namun, keberadaannya tidak lantas menjadikan gedung koperasi berada di dalam kompleks pemakaman.

Kedekatan lokasi Kopdes dengan makam menjadi bagian yang tidak dibantah oleh pemerintah desa. Abdul Zei mengatakan gedung tersebut memang dibangun berdekatan dengan area pemakaman. Namun, lahan pembangunan berada di luar area makam.

Pemilihan lokasi tersebut, kata dia, juga bukan keputusan sepihak. Pemerintah Desa Cigobang menyiapkan lahan desa berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama dengan pengurus koperasi.

"Nah, kita sesuai hasil musyawarah desa, kesepakatan bersama, bahwa Pemerintah Desa menyiapkan lahan desanya untuk pembangunan Kopdes," ucapnya.

Trotoar tinggi di kawasan Gasibu, Kota Bandung, yang sebelumnya dikeluhkan pejalan kaki mulai dibongkar. Bagian trotoar yang berada tepat di titik penyeberangan atau zebra cross kini tengah disesuaikan.

Pantauan NadiKabar, Rabu (2/9/2026), sejumlah bata pada bagian trotoar telah dibongkar. Pembongkaran dilakukan tepat di area yang menghubungkan trotoar dengan zebra cross.

Bagian tersebut sebelumnya menjadi sorotan karena memiliki perbedaan ketinggian yang cukup mencolok. Pejalan kaki yang hendak menuju zebra cross harus melewati trotoar dengan elevasi tinggi, sehingga akses penyeberangan dinilai kurang nyaman.

Kini, bagian tersebut mulai dibongkar. Trotoar yang sebelumnya menjulang di titik penyeberangan tampaknya akan dibuat lebih landai agar akses pejalan kaki menuju zebra cross menjadi lebih mudah.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, Agung Wahyudi, menjelaskan penataan kawasan Gasibu hingga saat ini masih berada dalam tahap pelaksanaan kontrak konstruksi.

Menurutnya, perbedaan elevasi tim redaksi trotoar dan titik penyeberangan terjadi karena adanya penyesuaian terhadap kondisi di lapangan.

"Saat ini paket pekerjaan penataan Gasibu masih dalam tahap pelaksanaan kontrak konstruksi. Perbedaan elevasi tim redaksi trotoar untuk pejalan kaki dan tempat penyeberangan diperlukan penyesuaian kondisi elevasi di lapangan," kata Agung saat dikonfirmasi.

Pemprov Jabar pun memastikan akan melakukan tindak lanjut terhadap kondisi tersebut. Penyesuaian akan dilakukan pada perbedaan ketinggian tim redaksi jalur trotoar dan tempat penyeberangan.

Tak hanya itu, akses bagi pejalan kaki menuju zebra cross juga akan dibuat agar konektivitas tim redaksi trotoar dan jalur penyeberangan menjadi lebih baik.

"Sebagai langkah tindak lanjut adalah penyesuaian elevasi tim redaksi trotoar untuk pejalan kaki dan tempat penyeberangan serta pembuatan akses pejalan kaki menuju zebra cross atau sebaliknya," ujar Agung.

Sebelumnya, keberadaan trotoar tinggi di kawasan Gasibu ramai dikeluhkan. Desain jalur pedestrian yang seharusnya memudahkan mobilitas pejalan kaki justru menjadi sorotan karena perbedaan ketinggiannya dengan titik penyeberangan.

Seorang driver ojek online (ojol) menjadi korban penganiayaan yang dilakukan sejumlah orang di persimpangan Jalan Otista-Sudirman, Selasa (1/9) sekitar pukul 01.30 WIB.

Korban dalam kejadian ini bernama Kuswara Iskandar (61), warga Cilame, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat dan pelaku dalam kejadian ini, di antaranya Rizki Ananda (23), Reza Gunawan (22), dan Aldi Gunawan (29).

"Kronologi kejadian, pada jam 01.30 WIB, Kuswara sedang mengantar penumpang melewati perempatan Jalan Otista-Sudirman dan setelah lampu hijau melaju ke arah Jalan Sudirman dari arah Otista ada sebuah motor menobos lampu merah serta hampir bersenggolan," kata Kapolsek Astanaanyar Kompol Fetrizal dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Fetrizal menyebutkan, driver ojol ini menegur ketiga pelaku, namun mereka tidak terima.

"Kuswara berkata 'Heuhh.' sehingga menimbulkan perselisihan dan pelaku mengatakan 'ka sisi siah an****' dan melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan tongkat besi," ujarnya.

Warga sekitar dan driver ojol lainnya yang ada di TKP langsung melerai, korban dan pelaku langsung diamankan ke Mapolsek Astanaanyar.

"Keributan tersebut dilerai oleh warga sekitar dan ojol serta dugaan pelaku diamankan oleh petugas kepolisian dan dibawa ke Mapolsek Astanaanyar," terangnya.

Fetrizal menyebutkan jika korban mengalami sejumlah luka dan sudah mendapatkan penanganan medis.