NADIKABAR.COM — Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat, Jumat, 21 Agustus 2026 dari mulai 5 orang terluka akibat mobil melaju tanpa sopir di Sukabumi hingga penipu online berseragam TNI dengan korban warga Jabar.

Suasana malam di kawasan Selabintana yang semula tenang mendadak gempar. Sebuah mobil jip misterius tanpa pengemudi tiba-tiba meluncur deras di jalan menurun, menggilas gerobak martabak, menabrak sepeda motor, hingga merobohkan pagar rumah warga pada Kamis (20/8) malam.

Kecelakaan tersebut terjadi tepat di Jalan Raya Selabintana, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi. Akibat insiden ini, lima orang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa itu bermula saat pemilik mobil Daihatsu Jeep Taft bernomor polisi F-1*44-DC, AB (47), memarkirkan kendaraannya di bahu jalan yang posisinya agak menurun.

AB bermaksud meninggalkan mobil di pinggir jalan. Namun petaka terjadi diduga karena pemilik kendaraan lalai menarik rem tangan secara sempurna.

"Kecelakaan bermula dari kendaraan Daihatsu Jeep Taft yang sedang diparkir oleh pemiliknya. Kondisi jalan sedikit menurun, namun diduga pengemudinya lupa mengerem tangan ketika hendak salat ke masjid, sehingga kendaraan bergerak sendiri mengarah mundur ke belakang," kata Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Indra Lesmana hari ini.

Mobil bertubuh kekar itu meluncur bebas tanpa kendali menyisir tepi jalan sebelah kiri. Dentuman keras beruntun tak terelakkan saat jip hitam tersebut langsung menerjang gerobak martabak yang tengah melayani pembeli.

Laju mundur kendaraan belum terhenti usai menghancurkan gerobak. Jip terus bergerak hingga menabrak sepeda motor Honda Scoopy milik NK (21) yang terparkir beserta penumpangnya, AN (23). Kendaraan tua itu baru benar-benar berhenti setelah menghantam tembok pagar rumah milik warga setempat, LS (65).

Jerit histeris dan kepanikan seketika pecah di lokasi. Warga sekitar langsung berhamburan mendekati sumber suara benturan untuk menolong para korban yang tergeletak di sekitar reruntuhan gerobak dan pagar.

Indra menyampaikan, benturan keras tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada dua kendaraan, gerobak martabak, dan pagar rumah. Selain kerugian material, lima orang dilaporkan mengalami luka-luka di lokasi kejadian.

Para korban luka terdiri dari pedagang martabak HR (48), istrinya VA (42), rekannya PS (48), seorang ibu rumah tangga yang sedang membeli martabak ASH (28), serta seorang penumpang sepeda motor AN (23).

"Para korban yang mengalami luka-luka langsung dievakuasi petugas bersama warga ke RSUD R Syamsudin SH (RS Bunut) Kota Sukabumi untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif," ujarnya.

Saat ini insiden kecelakaan akibat kelalaian parkir tersebut telah ditangani oleh jajaran Unit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi Kota guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

Seorang pemuda berinisial NS tewas usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Gadobangkong, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), hari ini.

Pemuda tersebut mengembuskan napas terakhir setelah bertabrakan dengan angkutan kota (angkot). Kecelakaan maut itu viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat angkot tersebut penyok setelah bertabrakan dengan motor korban. Dalam video itu pula, tampak sejumlah pengendara sempat mengeroyok sopir angkot hingga tergeletak di tanah akibat diamuk massa.

"Kami terima informasi kecelakaan lalu lintas tim redaksi sepeda motor dengan angkot. Menyebabkan satu orang meninggal yakni pengendara motor," kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Lantas Polres Cimahi, Ipda Nikmat Nugraha saat dikonfirmasi hari ini.

Kecelakaan maut itu bermula saat angkot yang dikemudikan oleh JS melaju dari arah Cimahi menuju Padalarang. Sementara NS yang mengemudikan sepeda motor Honda Vario melaju dari arah berlawanan.

"Kemudian saat di lokasi kejadian, angkot tersebut oleng ke arah yang berlawanan sehingga bertabrakan dengan sepeda motor yang dayang dari arah berlawanan," kata Nikmat.

Nikmat menjelaskan, penyebab angkot oleng hingga menabrak pengendara motor diduga karena kelalaian. Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi motor terpental dan mengakibatkan kendaraan korban ringsek parah.

"Korban mengalami luka parah kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Cibabat Cimahi. Sempat menjalani perawatan medis, korban akhirnya meninggal dunia," kata Nikmat.

Saat ini, pengemudi angkot sudah diamankan di Mapolres Cimahi. Pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap sopir tersebut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan maut itu.

"Sudah kita amankan, sedang menjalani pemeriksaan. Dia mengakunya ngantuk, cuma nanti kita akan dalami lagi terkait pengakuannya," kata Nikmat.

Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus penipuan penjualan mobil murah di media sosial atau medsos. Dalam menjalankan aksinya, pelaku memperdaya korban dengan mengaku sebagai anggota TNI.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan polisi nomor LP/B/1395/2025 tertanggal 22 Juli 2026 atas nama pelapor FFK, serta laporan nomor LP/B/1424 tertanggal 25 Juli 2026 atas nama NM. Kedua laporan yang saling berkaitan kemudian ditindaklanjuti melalui Surat Perintah Penyidikan Nomor 160 tertanggal 6 Agustus. Dari hasil penelusuran kedua LP ini, polisi berhasil menemukan TKP pada hari Rabu, 12 Agustus 2026.

"Personel gabungan Subdit III Ditreskrimsus Polda Jabar berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana ITE atau penipuan online dan identitas fiktif, dengan melaksanakan kegiatan penindakan di wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan. Jadi TKP-nya cukup jauh, karena ini kejahatan di dunia maya," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan di Mapolda Jabar hari ini.

Hendra mengungkapkan bahwa kedua laporan tersebut memiliki kesamaan modus operandi, yaitu penawaran kendaraan melalui Facebook yang diawali dari unggahan, berlanjut ke Direct Message (DM), hingga berakhir pada proses diskusi dan transaksi via WhatsApp.

"Pelaku ini mengaku sebagai anggota TNI dan menggunakan identitas tersebut untuk meyakinkan korban. Dalam postingannya di media sosial, yang bersangkutan menampilkan baju dinas TNI. Ia juga mem-posting barang bukti yang seakan-akan merupakan senjata api, tetapi setelah kita cek itu murni mainan dan tidak berfungsi untuk melakukan penembakan. Ini adalah salah satu cara untuk meyakinkan korban," ungkapnya.

Menurut Hendra, pelaku meyakinkan korban dengan melakukan video call menggunakan seragam TNI lengkap beserta latar belakang ruangan yang mendukung, atau terkadang mengenakan pakaian preman. Keberanian pelaku menggunakan atribut tersebut berhasil membuat korban percaya.