NADIKABAR.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyiapkan skema beasiswa bagi 1.000 anak kurang mampu ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dan perlindungan asuransi bagi 5,4 juta warga pada 2027 guna memutus rantai keterjeratan masyarakat terhadap pinjaman online (pinjol).

Intervensi biaya pendidikan dan kesehatan yang disampaikan dalam puncak kegiatan FinExpo 2026 bertema "Inklusi Keuangan Cerdas Menuju Indonesia Emas" di salah satu hotel di Bandung, Kamis ini, disebut Dedi, karena adanya beban fiskal rumah tangga yang memicu jeratan utang pinjol maupun judi online (judol).

Jeratan itu, lanjut Dedi, dapat ditekan secara drastis apabila kebutuhan dasar kesehatan dan pendidikan ditanggung penuh oleh negara.

"Apa pesan saya adalah seluruh warga Jabar, agar Jabar tidak menjadi ranking pertama pinjol di Indonesia. Tidak jadi ranking pertama judol di Indonesia. Ya caranya satu, ibu-ibunya, bapak-bapaknya, cerdaslah dalam melakukan keuangan," kata Dedi Mulyadi.

Dedi menyoroti fenomena sosial masyarakat yang rela terjebak utang demi gengsi dan hajatan pesta pernikahan di luar batas kemampuan finansial, seperti temuan kasus pinjaman Rp25 juta yang dijumpainya di Majalengka.