Dedi mendesak warga membuang jauh mentalitas "kajeun tekor asal kasohor" (biar rugi asal terkenal) demi menjaga ketahanan ekonomi keluarga dari jerat utang konsumtif yang berkepanjangan.
"Saya pergi ke Majalengka, ada orang kawinan saya mampir. Saya pasti nanya, karena saya mah pemimpin lembur. Saya nanya, modal kawin di mana? Dijawab minjem Rp25 juta. Bayangin. Nyicil kumaha isukan," ujarnya.
Di sisi perlindungan negara, Pemprov Jabar tengah merumuskan konsep beasiswa penuh khusus bagi 1.000 anak dari keluarga tidak mampu agar dapat mengenyam pendidikan tinggi di ITB tanpa terbebani biaya.
"Saya sudah akan menyiapkan lagi sekarang 1.000 anak Jawa Barat. Saya ingin, saya cita-cita nih. Lagi-lagi saya rumusin, ingin semuanya sekolah di ITB. Dan itu orang-orang miskin. Saya lagi nyiapin konsepnya," katanya.